HAN 2026, 93 SD di Kabupaten Bekasi Hadirkan Perpustakaan Ramah Anak


Oleh. : H.Razali Berabo

Jul.    : 23 – 2026

Cikarang Pusat –  erabonews.id.                   

Dalam momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Kabupaten Bekasi terus memperkuat komitmennya menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak melalui Program Perpustakaan Ramah Anak.

Sebanyak 93 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bekasi kini menjadi bagian dari program nasional tersebut dengan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan budaya literasi sejak usia dini. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan di Cikarang Pusat, Kamis (23/07/2026).

Pendamping Perpustakaan Ramah Anak Kabupaten Bekasi, Muhaidin Darma, mengatakan Program Perpustakaan Ramah Anak merupakan inisiatif nasional yang menyasar sekitar 1.000 SD di Indonesia.

Kabupaten Bekasi menjadi salah satu daerah yang memperoleh pendampingan bagi 93 SD, didukung bantuan buku bacaan bermutu dari Kementerian Pendidikan serta pendampingan aktif dari Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak memperoleh akses terhadap ruang belajar yang nyaman dan menyenangkan.

Alhamdulillah, di Kabupaten Bekasi sudah ada 93 SD yang menjadi bagian dari Program Perpustakaan Ramah Anak, ujar Muhaidin yang juga Sekretaris Forum Taman Bacaan Masyarakat Kabupaten Bekasi ini.

Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya menghadirkan koleksi buku berkualitas, tetapi juga membangun ekosistem literasi yang ramah bagi anak melalui kegiatan membaca nyaring, mendongeng, permainan edukatif, seni, hingga aktivitas luar ruang yang mendorong kreativitas dan minat baca peserta didik.

Perpustakaan ramah anak bukan sekadar tempat menyimpan buku, tetapi ruang yang membuat anak betah datang, membaca, belajar, dan berkreasi. Karena itu, suasana ruang, mural edukatif, rak buku yang mudah dijangkau, hingga aktivitas kreatif menjadi bagian penting dalam program ini, katanya.

Meski demikian, hasil pendampingan di lapangan menunjukkan masih terdapat sejumlah tantangan. Banyak sekolah menyampaikan kebutuhan akan ruang perpustakaan yang lebih representatif, peralatan seperti rak dan lemari buku, serta penambahan koleksi bacaan agar anak memiliki lebih banyak pilihan dan tidak cepat merasa jenuh.

Buku-buku yang ada cepat selesai dibaca oleh anak-anak. Karena itu, koleksi harus terus diperbarui, begitu juga sarana perpustakaan agar semakin nyaman dan menarik, ungkapnya.

Muhaidin menambahkan, selain pendampingan di sekolah, gerakan literasi di Kabupaten Bekasi juga diperkuat oleh sekitar 100 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang dikelola secara sosial dan sukarela. TBM aktif menggelar kegiatan membaca keliling, pengenalan lingkungan, melukis, permainan tradisional, serta berbagai aktivitas edukatif di tengah masyarakat.

Kami berharap pemerintah daerah bersama dunia usaha dapat memperkuat kolaborasi, baik melalui pembangunan ruang perpustakaan, penyediaan peralatan, penambahan koleksi buku, maupun dukungan terhadap TBM agar gerakan literasi ramah anak semakin berkembang di Kabupaten Bekasi, pungkasnya.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *