Kepala SMAN 1 Indrajaya Mengingatkan Kepada Siswa Kalian Pemegang Estafet Masa Depan Bangsa, Maka Belajarlah dengan Serius

Oleh.  : Sarwaidi ( Kabiro )

Sep.    : 11 – 2026

Pidie — berabonews.id.  

Kepala SMAN 1 Indrajaya mengingatkan para siswa agar serius dalam belajar, menghormati orang tua dan guru, serta mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang akan melanjutkan estafet pembangunan di masa mendatang.

Pesan tersebut disampaikan dalam arahan kepada siswa SMAN 1 Indrajaya. Kepala sekolah menekankan bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda yang saat ini sedang menempuh pendidikan.

Anak-anak sekalian, hormatilah orang tua dan guru, belajar dengan tekun. Anda adalah pemegang estafet berikutnya. Kami ini nantinya akan pensiun dari ASN, ujar Kepala SMAN 1 Indrajaya.

Ia mengatakan, para siswa yang kini duduk di bangku sekolah kelak akan mengisi berbagai profesi dan posisi penting di tengah masyarakat.

Anak-anak kami inilah nanti yang menjadi guru, pegawai, TNI, Polri, perawat, bidan, dokter, camat, bupati, anggota DPRK, DPRA, DPR RI dan sebagainya. Maka tunjukkan keseriusan dalam belajar, pesannya.

Menurutnya, keberhasilan siswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh sikap, kedisiplinan, rasa hormat dan tanggung jawab yang dibangun sejak berada di lingkungan sekolah.

Jaga Fasilitas Sekolah

Selain persoalan pendidikan, Kepala SMAN 1 Indrajaya juga mengajak seluruh siswa untuk bersama-sama menjaga sarana dan prasarana sekolah.

Ia meminta siswa tidak hanya menggunakan fasilitas yang tersedia, tetapi juga memiliki rasa tanggung jawab untuk merawatnya.

Mari kita rawat dan jaga dengan baik sarana dan prasarana sekolah, supaya tahun berikutnya dapat digunakan kembali oleh adik-adik kita, katanya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pendidikan karakter agar siswa memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekolah dan fasilitas yang digunakan bersama.

Biasakan Membaca Al-Qur’an dan Peduli Sesama

Dalam pembinaan siswa, pihak sekolah juga mendorong kebiasaan membaca Al-Qur’an serta menanamkan kepedulian terhadap sesama.

Nilai kepedulian tersebut kemudian diwujudkan melalui pengumpulan sumbangan dari siswa dan guru untuk membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah gempa di Nusa Tenggara Timur.

Hari ini kita juga mengumpulkan sumbangan dari siswa dan guru untuk disumbangkan kepada saudara-saudara kita yang ditimpa musibah di Nusa Tenggara Timur. Mereka sedang ditimpa musibah gempa. Marilah kita bantu saudara kita di sana, ajaknya.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi pembelajaran nyata bagi para siswa bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengejar prestasi, tetapi juga membentuk karakter, kepedulian sosial dan rasa kemanusiaan.

Dengan belajar sungguh-sungguh, menghormati orang tua dan guru, menjaga lingkungan sekolah serta peduli terhadap sesama, para siswa diharapkan mampu menjadi generasi yang siap melanjutkan estafet pembangunan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. ( Sar/R1 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *