Berhasil Terapkan Sistem Bloking, Kunci Disdamkar Selamatkan Permukiman dari Amukan Api di Kedungwaringin


Oleh. : H.Razali Berabo

Jul.     : 16 – 2026


Petugas Disdamkar Kabupaten Bekasi berjuang keras memadamkan api di area penyimpanan palet kayu di Kampung Pacing, RT 05/06, Desa Waringinjaya, Kecamatan Kedungwaringin, Rabu (15/07/2026).

Kedungwaringin – berabonews.id.               

Kobaran api yang melanda area penyimpanan palet kayu di Kampung Pacing, RT 05/06, Desa Waringinjaya, Kecamatan Kedungwaringin, Rabu (15/07/2026), menjadi ujian bagi personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kabupaten Bekasi.

Di tengah kondisi api yang telah membesar, petugas tidak serta-merta memusatkan pemadaman pada titik api utama, melainkan menerapkan sistem bloking untuk menghentikan rambatan api ke bangunan lain.

Prioritas kami bukan api yang sudah besar, tetapi bangunan yang belum terbakar. Kami blok sisi-sisi api supaya rambatannya terputus dan kerugian masyarakat bisa diminimalkan, ujar Anggota Pemadaman Pleton 3 Disdamkar Kabupaten Bekasi, Riski Ramdan.

Saat tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB, akses menuju titik kebakaran sempat terkendala karena kobaran api telah mencapai tepi jalan dan warga masih berada dalam situasi panik. Setelah jalur berhasil dibuka, petugas langsung melakukan pemetaan area untuk menentukan titik-titik yang harus diamankan terlebih dahulu.

Begitu air keluar, kami langsung melakukan mapping. Dari situ baru ditentukan bagian mana yang harus diblok dan mana yang harus diamankan lebih dulu,” jelasnya.

Strategi tersebut difokuskan untuk melindungi rumah-rumah warga dan kawasan industri di sekitar lokasi. Dengan memutus jalur rambatan api dari sisi luar, kobaran tidak sempat menjalar lebih luas sehingga bangunan di sekitarnya dapat dipertahankan.

Yang sudah terbakar di tengah kami biarkan dulu. Yang penting api jangan sampai lompat ke kanan, kiri, atau belakang. Kalau rambatannya putus, baru kami masuk ke titik utama, kata Riski.

Sekitar pukul 20.00 WIB, upaya bloking mulai membuahkan hasil. Rambatan api berhasil dihentikan, kemudian petugas melanjutkan proses pemadaman dan pendinginan hingga pukul 01.00 WIB karena bara di bawah tumpukan palet kayu masih terus menyala.

Kalau untuk kebakaran palet seperti ini, tujuh jam itu termasuk cepat. Salah satu yang sangat membantu adalah sumber air irigasi yang berada dekat lokasi sehingga suplai air tidak pernah terputus, ungkapnya.

Sebanyak 30 personel dengan tujuh unit mobil pemadam dari berbagai sektor Disdamkar Kabupaten Bekasi diterjunkan bersama bantuan dari Kabupaten Karawang, PMI, TNI, Polri, dan relawan.

Kolaborasi tersebut memperkuat efektivitas penanganan kebakaran hingga situasi berhasil dikendalikan.

Dalam penanganan kebakaran besar, yang paling penting adalah membuka jalur, mengeluarkan air, lalu melakukan bloking. Itu cara paling efektif untuk menyelamatkan bangunan yang masih bisa diselamatkan, tutur Riski.

Berkat strategi tersebut, api tidak meluas ke kawasan permukiman yang lebih besar. Peristiwa ini mengakibatkan sekitar 12 kios dan satu rumah terdampak, satu unit mobil terbakar, serta satu orang mengalami luka ringan. Di balik kerja keras hingga dini hari, sistem bloking menjadi bukti bahwa keberhasilan pemadaman bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga melindungi keselamatan warga dan aset yang masih dapat diselamatkan. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *