Borong 11 Medali Emas, Jawa Barat Juara Umum Kejurnas Squash 2026
Oleh ‘ H.Razali Berabo
Jul. : 12 – 2026
Juara Umum! Kontingen Jawa Barat dinobatkan sebagai Juara Umum Kejurnas Squash 2026 di Gedung Squash Wibawa Mukti, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Sabtu (11/07/2026) malam. Jawa Barat tampil dominan dengan raihan 11 medali emas, 5 medali perak, dan 15 medali perunggu.
Cikarang Pusat – berabonews.id
Kontingen Jawa Barat sukses mempertahankan dominasinya di cabang olahraga squash dengan keluar sebagai juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Squash 2026.
Bertanding di Gedung Squash Wibawa Mukti, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, kontingen Jawa Barat mengoleksi 11 medali emas, 5 medali perak, dan 15 medali perunggu, sekaligus memastikan diri berada di puncak klasemen akhir.
Kejuaraan yang berlangsung pada 7–11 Juli 2026 tersebut mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia dalam persaingan yang berlangsung sengit selama lima hari.
Di posisi kedua, DKI Jakarta membukukan 2 medali emas, 7 perak, dan 12 perunggu, sedangkan Kalimantan Timur menempati peringkat ketiga dengan raihan 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu.
Keberhasilan Jawa Barat tidak lepas dari kontribusi atlet-atlet binaan Kabupaten Bekasi yang turut memperkuat kontingen. Atlet squash Kabupaten Bekasi menyumbangkan 1 medali emas dan 3 medali perunggu, menjadi bagian penting dalam mengantarkan Jawa Barat meraih gelar juara umum.
Prosesi penutupan Kejurnas dihadiri Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Pusat, Kolonel Kes (Purn.) Irfan Bachtiar, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi Iman Nugraha, jajaran Pengurus Besar Squash Indonesia, pengurus provinsi, ofisial, pelatih, serta atlet dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Irfan Bachtiar memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Kejurnas di Kabupaten Bekasi. Menurutnya, venue Squash Wibawa Mukti memiliki kualitas yang sangat baik dan layak menjadi lokasi penyelenggaraan kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga menilai Kejurnas menjadi momentum penting untuk memperluas pembinaan squash di Indonesia. Menurutnya, masih minimnya jumlah provinsi peserta menjadi pekerjaan rumah bersama bagi Pengurus Besar dan Pengurus Provinsi Squash Indonesia agar olahraga ini semakin berkembang di berbagai daerah.
Kita memiliki fasilitas pertandingan yang sangat representatif. Sekarang tantangannya adalah bagaimana memperluas pembinaan sehingga semakin banyak provinsi yang ikut berkompetisi dan melahirkan atlet-atlet berkualitas, ujarnya.
Irfan optimistis peluang
Indonesia meraih prestasi internasional masih sangat terbuka. Ia meminta para atlet muda tidak berkecil hati karena usia mereka masih sangat ideal untuk berkembang melalui peningkatan jam bertanding, try out, dan pembinaan yang berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan bahwa babak kualifikasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) memiliki tingkat persaingan yang tidak kalah berat dibandingkan pelaksanaan PON itu sendiri.
Jangan pernah merasa kecil. Ketika kalian sudah membawa nama daerah pada babak kualifikasi PON, kalian sejatinya sudah menjadi atlet PON. Teruslah berlatih dan tingkatkan pengalaman bertanding karena kesempatan untuk berprestasi masih sangat besar, katanya.
Irfan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperluas pengembangan olahraga squash di Indonesia melalui peningkatan pembinaan, pemerataan sarana, serta penyelenggaraan kompetisi secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pengurus Besar Squash Indonesia yang kembali menunjuk Kabupaten Bekasi sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional.
Menurutnya, penyelenggaraan Kejurnas menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam mendukung pembinaan olahraga prestasi, khususnya cabang olahraga squash. “Alhamdulillah Kabupaten Bekasi dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Squash 2026.
Ini merupakan komitmen kami dalam mendukung kemajuan olahraga squash di Indonesia agar mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi hingga tingkat internasional, ujarnya.
Iman mengatakan, keberadaan Gedung Squash Wibawa Mukti yang bertaraf internasional menjadi modal penting dalam membangun ekosistem pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Ia juga mengapresiasi kontribusi atlet Kabupaten Bekasi yang turut menyumbangkan medali bagi kontingen Jawa Barat sehingga berhasil menjadi juara umum.
Ia optimistis, melalui sinergi antara pemerintah daerah, Pengurus Besar Squash Indonesia, Pengurus Provinsi, dan pengurus cabang olahraga, Kabupaten Bekasi akan semakin berkembang sebagai salah satu pusat pembinaan squash nasional.
Pembinaan atlet akan terus kami tingkatkan bersama seluruh pengurus. Dengan fasilitas yang kami miliki saat ini, kami optimistis akan lahir lebih banyak atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, bahkan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional, ucapnya.
Iman menegaskan, Gedung Squash Wibawa Mukti selalu siap apabila kembali dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan nasional maupun internasional.
Menurutnya, penyelenggaraan event-event besar akan menjadi bagian penting dalam meningkatkan prestasi atlet sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Bekasi sebagai salah satu pusat pengembangan olahraga squash di Indonesia. ( adv )
