Elfanny Jadi Teladan Atlet, Bawa Harapan Jabar di Kerjurnas Squash 2026


Oleh. : H.Razali Berabo

Jul.    : 10 – 2026


Elfanny Putri Andayani, atlet nasional asal Kabupaten Bekasi.

Cikarang Pusat – berabonews.id.          

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Squash 2026 di Gedung Squash Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, tak sekadar menjadi arena perebutan gelar juara.    

Ajang ini juga menjadi panggung lahirnya inspirasi dari para atlet yang telah menorehkan prestasi dan menjadi teladan bagi generasi muda.

Salah satunya adalah Elfanny Putri Andayani, atlet nasional asal Kabupaten Bekasi yang kembali dipercaya memperkuat Kontingen Jawa Barat. Pengalaman bertanding di level nasional menjadikan Elfanny sosok panutan bagi atlet-atlet muda yang tengah merintis karier di cabang olahraga squash.

Bagi Elfanny, Kejurnas bukan hanya soal mengejar medali, melainkan kesempatan untuk mengukur kemampuan, menjaga konsistensi prestasi, sekaligus membuktikan bahwa pembinaan atlet di Kabupaten Bekasi mampu melahirkan atlet yang kompetitif di tingkat nasional.

Setiap pertandingan selalu menjadi pelajaran. Saya ingin memberikan penampilan terbaik untuk Jawa Barat sekaligus memotivasi adik-adik atlet agar terus berlatih dan berani bermimpi meraih prestasi, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional, ujarnya.

Menurut Elfanny, persaingan pada Kejurnas tahun ini semakin kompetitif. Atlet-atlet muda dari berbagai provinsi menunjukkan perkembangan yang signifikan sehingga setiap pertandingan menuntut kesiapan teknik, fisik, dan mental yang maksimal.

Ia menilai keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga kedisiplinan, kerja keras, dan konsistensi dalam menjalani proses latihan.

Karena itu, ia berharap semakin banyak generasi muda Kabupaten Bekasi yang tertarik menekuni olahraga squash.

Semangat yang sama juga disampaikan atlet muda Kabupaten Bekasi, Muhammad Mulki Ali Putra Ismail, yang tampil pada kategori U-17 putra.

Menurutnya, Kejurnas menjadi ajang penting untuk mengukur hasil latihan yang selama ini dijalani.

Kejurnas menjadi pembuktian dari proses latihan yang kami jalani selama ini. Semoga hasil yang diraih bisa menjadi motivasi bagi atlet-atlet junior untuk terus berlatih dan mengejar prestasi setinggi mungkin, katanya.

Ketua Umum Pengurus Kabupaten (Pengkab) Squash Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha, mengatakan keikutsertaan atlet-atlet Kabupaten Bekasi yang memperkuat Jawa Barat menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di daerah berjalan secara berjenjang dan berkelanjutan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen terus mendukung pembinaan olahraga prestasi melalui penyediaan sarana, kompetisi, dan pengembangan atlet sejak usia dini.

Kejurnas menjadi momentum penting untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus menyiapkan regenerasi atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, ujarnya.

Kejurnas Squash 2026 diikuti 162 atlet dari berbagai provinsi dan menjadi bagian dari proses pembinaan nasional serta penjaringan atlet potensial menuju berbagai kejuaraan internasional.

Sementara itu, peluang Kontingen Jawa Barat untuk kembali menjadi salah satu kekuatan utama pada Kejurnas tahun ini masih terbuka lebar. Dari total 62 atlet yang diturunkan, 10 atlet merupakan binaan Kabupaten Bekasi.

Memasuki babak penentuan, sejumlah atlet Kabupaten Bekasi berhasil melangkah hingga fase perebutan medali. Muhammad Luthfi Rafi tampil pada perebutan tempat ketiga nomor U-17 putra.

Muhammad Mulki Ali Putra Ismail berhasil menembus babak final U-17 putra dan akan menghadapi wakil DKI Jakarta.

Di sektor putri, Elfanny Putri Andayani melaju hingga babak semifinal dan dijadwalkan menghadapi unggulan pertama asal Jawa Barat. Sementara Deni Satria berhasil mengamankan tempat pada perebutan medali perunggu nomor U-15 putra.

Iman Nugraha optimistis Jawa Barat masih memiliki peluang besar meraih gelar juara umum. Optimisme tersebut didukung oleh banyaknya atlet Jawa Barat yang berhasil lolos ke babak final di berbagai kategori.

Di nomor Open Putri kami memiliki unggulan pertama. Kemudian pada kelompok U-23 sudah dipastikan ada wakil Jawa Barat di partai final karena semifinal mempertemukan sesama atlet Jawa Barat.                                        

Begitu juga di kelompok usia lainnya, termasuk U-11 putri yang dipastikan menghadirkan final sesama atlet Jawa Barat, jelasnya.

Ia menilai capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan sistem pembinaan atlet yang dilakukan secara berjenjang.

Dengan masih banyaknya wakil Jawa Barat yang bertahan hingga babak akhir, peluang meraih hasil maksimal sekaligus menegaskan posisi sebagai salah satu kekuatan utama squash nasional masih terbuka lebar. ( adv )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *