Komisi III Dorong Penguatan Koordinasi dan Evaluasi Pengelolaan IPAL di TPA Burangkeng
Oleh : H.Razali Berabo
Jun : 03 – 2026
Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi melakukan kunjungan lapangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Selasa (02/06/2026).
Cikarang Pusat – berabonews.id.
Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi melakukan kunjungan lapangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Selasa (02/06/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau perkembangan pengelolaan lingkungan, termasuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau pengolahan air lindi di kawasan TPA Burangkeng.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi,
Saepul Islam, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan berbagai program dan fasilitas yang telah dibangun dapat berfungsi secara optimal serta mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Menurutnya, salah satu perhatian utama dalam peninjauan tersebut adalah belum beroperasinya IPAL secara penuh. Hal itu masih memerlukan penyelarasan terkait hasil pengujian baku mutu yang dilakukan oleh sejumlah pihak terkait.
Kalau terkait IPAL, kami berharap koordinasi antar perangkat daerah dapat terus ditingkatkan. Saat ini IPAL memang belum berfungsi karena masih ada proses pencocokan dan penyelarasan terkait baku mutu, ujar Saepul Islam.
Ia menjelaskan, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi telah melakukan uji laboratorium melalui lembaga independen, sementara Dinas Lingkungan Hidup juga melakukan pengujian sesuai kewenangannya.
Dari hasil pengujian tersebut, masih terdapat satu parameter yang memerlukan pembahasan lebih lanjut.
Masih ada satu item yang perlu ditemukan titik temunya, sehingga sampai saat ini proses pengujian dan evaluasi terus dilakukan. Solusinya tentu melalui peningkatan koordinasi dan komunikasi antar dinas agar dapat menghasilkan kesepahaman bersama, katanya.
Selain menyoroti aspek koordinasi, Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi juga melakukan evaluasi terhadap aspek teknis pembangunan IPAL. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan,
Saepul menilai perlu dilakukan kajian lebih mendalam terkait desain dan konsep instalasi yang dibangun.
Dari pengamatan awal, sistem yang dibangun memiliki karakteristik yang cukup mirip dengan IPAL industri.
Karena itu, kami berencana mengundang tim konsultan perencana untuk berdiskusi dan mendapatkan penjelasan lebih rinci mengenai dasar pertimbangan teknis yang digunakan dalam penyusunan desain tersebut, ujarnya.
Komisi III juga mencatat adanya beberapa bagian infrastruktur yang memerlukan perhatian dan evaluasi lebih lanjut setelah dilakukan simulasi pengoperasian di lokasi.
Temuan tersebut akan menjadi bahan klarifikasi kepada pihak pelaksana proyek guna memastikan kualitas pembangunan sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Kami ingin memastikan seluruh infrastruktur yang dibangun dapat berfungsi optimal dan memberikan manfaat bagi pengelolaan lingkungan di Kabupaten Bekasi.
Karena itu, beberapa hal yang kami temukan di lapangan akan kami tindak lanjuti melalui proses klarifikasi dan evaluasi bersama pihak terkait.(adv)
