Kabupaten Bekasi Nihil Kasus Hantavirus, Dinkes Imbau Warga Jaga Kebersihan Lingkungan


Oleh : H.Razali Berabo

May  : 26 – 2026


Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Supriadinata.

Cikarang Pusat – betabonews.id.                  

Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus melalui penguatan deteksi dini di fasilitas layanan kesehatan serta edukasi kepada masyarakat menyusul maraknya pemberitaan kasus penyakit tersebut di sejumlah daerah.

Langkah antisipasi dilakukan melalui koordinasi dengan rumah sakit, Puskesmas, dan klinik di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi guna memperkuat kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam mengenali gejala dan melakukan penanganan awal terhadap dugaan kasus Hantavirus.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Supriadinata mengatakan pihaknya telah menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan beserta tenaga medis untuk melakukan screening awal terhadap penyakit tersebut.

Kami sudah menyiapkan puskesmas, rumah sakit, klinik, serta tenaga kesehatan untuk melakukan screening awal terhadap penyakit Hantavirus, ujarnya.

Menurut dia, hingga saat ini Kabupaten Bekasi masih nihil laporan kasus Hantavirus baik dari rumah sakit, puskesmas maupun klinik.

Per hari ini, 26 Mei 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi belum menerima laporan kasus Hantavirus baik dari rumah sakit, puskesmas maupun klinik, katanya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi juga memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan terkait screening awal dan pengenalan gejala Hantavirus serta menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui penyuluhan dan publikasi informasi kesehatan melalui media sosial milik Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan puskesmas.

Hantavirus memiliki gejala yang mirip dengan demam berdarah dan tifoid, seperti demam tinggi, nyeri otot, kelelahan, hingga sesak napas, kata Supriadinata.

Ia menjelaskan Hantavirus umumnya ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus yang hidup di lingkungan kotor, lembap, dan dekat dengan sumber makanan maupun tumpukan sampah.

Kalau tikus itu binatang pengerat yang suka hidup di daerah kotor dan banyak makanan, seperti dekat pasar maupun tempat pembuangan sisa makanan, ujarnya.

Karena itu, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, menutup lubang yang berpotensi menjadi sarang tikus, mengendalikan populasi tikus, serta rutin melakukan gotong royong membersihkan lingkungan sekitar.

Masyarakat kami imbau menjaga kebersihan lingkungan, rajin cuci tangan, serta membersihkan tempat-tempat yang diduga menjadi sarang tikus, katanya.

Selain langkah preventif tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi juga memperkuat sistem surveilans melalui deteksi dini, investigasi kasus terduga, analisis data, hingga pelaporan berjenjang kepada pemerintah provinsi.

Peran surveilans yang utama adalah deteksi dini. Kalau ada terduga kasus, kami lakukan investigasi, analisis data, dan tindak lanjut pelaporan ke provinsi, ujar Supriadinata.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik apabila menemukan gejala yang mengarah pada Hantavirus dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Masyarakat jangan panik, tetap menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, katanya.( adv )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *