UPTD Farmasi Butuh Gudang Representatif dengan Lokasi Strategis
Oleh : H.Razali Berabo
Apr. : 14 – 2026
Kepala UPTD Farmasi Kabupaten Bekasi, Artik Ardianto memperlihatkan kondisi kapasitas gudang Farmasi di Belakang Museum Gedung Juang yang ada sudah tidak mampu menampung volume obat yang terus meningkat.
Tambun Selatan – berabonews.id.
Kebutuhan obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) di Kabupaten Bekasi terus mengalami peningkatan seiring bertambahnya jumlah penduduk dan fasilitas layanan kesehatan. Kondisi tersebut membuat kapasitas gudang milik UPTD Farmasi saat ini dinilai sudah tidak lagi memadai.
Kepala UPTD Farmasi Kabupaten Bekasi, Artik Ardianto, menjelaskan bahwa UPTD Farmasi memiliki tugas pokok dan fungsi mulai dari perencanaan hingga pemanfaatan obat dan BMHP untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan, seperti puskesmas, rumah sakit, hingga program-program khusus.
UPTD Farmasi bertugas dari perencanaan sampai distribusi obat dan BMHP. Kita melayani kebutuhan untuk puskesmas, rumah sakit, termasuk obat program seperti HIV, TBC, paru, kusta, serta vaksinasi, ujarnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pembangunan gudang baru yang lebih representatif. Hal ini disebabkan kapasitas gudang yang ada sudah tidak mampu menampung volume obat yang terus meningkat.
Gudang yang ada sekarang sudah tidak mencukupi. Jumlah fasilitas kesehatan terus bertambah, tahun ini saja sudah ada 55 Puskesmas. Secara keseluruhan, sekitar 57 fasilitas kesehatan yang kami layani, ungkapnya.
Selain kapasitas, keterbatasan akses dan fasilitas penunjang juga menjadi kendala serius. Akses masuk menuju gudang dinilai terlalu sempit untuk kendaraan distribusi berukuran besar seperti truk kontainer.
Sementara itu, lahan parkir hanya mampu menampung sekitar lima kendaraan, padahal aktivitas distribusi bisa mencapai lebih dari 10 kendaraan per hari.
Kondisi ini cukup menyulitkan, terutama saat proses distribusi rutin. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah untuk meninjau dan menyediakan gudang baru yang lebih layak dan strategis, katanya.
Ia menambahkan, kebutuhan obat di Kabupaten Bekasi terus meningkat setiap tahun. Hal ini dipengaruhi oleh karakter wilayah yang urban dengan pertumbuhan penduduk dan fasilitas kesehatan yang pesat.
Perencanaan kebutuhan obat dilakukan melalui Rencana Kebutuhan Obat (RKO) yang disusun satu tahun sebelumnya.
Data diambil dari seluruh puskesmas, kemudian disesuaikan dengan kemampuan anggaran agar kebutuhan dan pengadaan bisa selaras, jelasnya.(adv)
