DLH Kabupaten Bekasi Sosialisasikan HPSN 2026 Untuk Penguatan Kesadaran Lingkungan

Oleh : Razali Berabo

Feb.  : 09 – 2026

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi saat melaksanakan sosialisasi kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang diselenggarakan secara hybrid di Ruang Command Center (CC) Diskominfosantik, Cikarang Pusat pada Senin, (09/02/2026).

Cikarang Pusat – berabonews.id

Antusiasme peserta terlihat tinggi dalam Sosialisasi Kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi secara hybrid di Command Center Diskominfosantik, Senin (09/02/2026). Sekitar 140 peserta dari berbagai unsur ikut ambil bagian secara daring dan luring.

Sekretaris DLH Kabupaten Bekasi, Sukmawatty, menyebut kehadiran peserta cukup mengejutkan mengingat undangan disampaikan dalam waktu singkat.

Kalau kita lihat dari jumlah peserta lumayan, sekitar 140-an. Ini memang dadakan, baru mengundang hari Jumat, tapi Alhamdulillah Senin pagi mereka antusias hadir, ujarnya.

Menurutnya, peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari sekolah, masyarakat, pelaku industri hingga pengelola bank sampah.

Ada dari pihak sekolah, masyarakat, pengusaha industri, dan bank sampah. Antusiasnya cukup baik, katanya.

Dalam HPSN 2026, DLH Kabupaten Bekasi menawarkan empat konsep utama kegiatan. Pertama, penanaman pohon dan mangrove, meski pelaksanaan mangrove masih menyesuaikan kondisi banjir.

Kami menawarkan penanaman pohon kepada perusahaan dan stakeholder agar masuk dalam rangkaian HPSN, jelasnya.

Konsep kedua adalah aksi bersih lingkungan yang wajib dilakukan perangkat daerah, kecamatan, desa, dan masyarakat sesuai Surat Edaran Bupati Bekasi.

Puncaknya oleh Pemda Bekasi akan dilaksanakan Kamis tanggal 12 di lokasi yang sangat urgent untuk pembersihan sampah, ungkapnya.

Konsep ketiga, DLH siap menjadi narasumber dan berkolaborasi dalam edukasi 3R (Reduce, Reuse, Recycling) di sekolah, masyarakat, dan sektor usaha.

Konsep keempat, penguatan Extended Producer Responsibility (EPR) untuk mengingatkan produsen bertanggung jawab terhadap sampah kemasan produknya.

Sukmawatty menegaskan HPSN harus menjadi momentum perubahan perilaku masyarakat.

Selama ini kalau kerja bakti mereka hanya nonton. Mudah-mudahan dalam HPSN ini jangan jadi penonton, tapi jadi peserta dalam kegiatan bersih-bersih, tegasnya.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *