MPD Pidie Kurikulum Sekolah Rakyat Harus Mengakar pada Kearifan Lokal dan Keistimewaan Aceh

Oleh. : Sarwaidi ( Kabiro )

Aug.  : 14 – 2026

Pidie – berabonews.id

​Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Pidie memberikan apresiasi terhadap rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Pidie. Namun, MPD menilai bahwa keberhasilan program tersebut tidak cukup hanya diukur dari tersedianya lahan, gedung, asrama dan fasilitas pendidikan.

​Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana Sekolah Rakyat membangun manusia yang berilmu, berkarakter, berakhlak dan memiliki jati diri sebagai masyarakat Aceh.

​Karena itu, MPD Kabupaten Pidie mendorong agar penyusunan dan implementasi kurikulum Sekolah Rakyat di Pidie memperhatikan kearifan lokal, nilai-nilai keislaman, adat dan budaya Aceh serta keistimewaan dan kekhususan Aceh.

​Hal ini memiliki relevansi kuat dengan kebijakan pendidikan Aceh. Kurikulum Muatan Lokal Aceh telah diarahkan untuk mengintegrasikan keistimewaan dan kekhususan Aceh dalam bingkai syariat Islam, dengan penekanan pada keseimbangan antara nilai keislaman, ilmu pengetahuan, penerapan praktis, serta perkembangan sains dan teknologi.

​MPD Pidie berpandangan bahwa anak-anak Pidie yang mengikuti Sekolah Rakyat harus tetap mengenal siapa dirinya, dari mana ia berasal dan nilai-nilai apa yang menjadi fondasi kehidupannya. Pendidikan modern tidak berarti harus meninggalkan akar budaya. Justru, pendidikan yang kuat adalah pendidikan yang mampu mempertemukan agama, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi dan kebutuhan masa depan. Jangan Sampai Sekolah Rakyat Menjadi Sekolah yang “Tidak Bertuan Budaya”.

​Sekolah Rakyat Pidie Harus Melahirkan Generasi Berkarakter Aceh, MPD menilai konsep pendidikan berasrama pada Sekolah Rakyat justru memberikan peluang besar untuk menerapkan pendidikan karakter secara lebih komprehensif.

​Sekolah Rakyat dapat menjadi ruang untuk membangun budaya disiplin, kemandirian, gotong royong, kepedulian sosial, penghormatan kepada orang tua dan guru, serta penguatan nilai-nilai agama.

Model Sekolah Rakyat di Aceh sendiri telah menunjukkan perhatian terhadap kearifan lokal, antara lain melalui pengelolaan fasilitas yang menyesuaikan nilai dan budaya Aceh.(Sar/R1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *