Satgas PRRP Evaluasi Percepatan Pemulihan Pascabencana di Pidie
Oleh : Sarwaidi ( Kabiro )
Aug. : 13 – 2026
Hidie – berabonews.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie bersama Tim Supervisi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam (PRRP) Provinsi Aceh melakukan monitoring dan evaluasi penanganan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie.
Rapat monitoring dan evaluasi tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Pidie, Rabu (12/8/2026). Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie, Drs. Samsul Azhar, diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Pidie, Apriadi, S.Sos., memimpin kegiatan tersebut.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, khususnya di Kabupaten Pidie. Evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan penanganan di lapangan, mengidentifikasi kendala, sekaligus memastikan program pemulihan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

Sejumlah agenda dibahas dalam rapat, mulai dari realisasi kegiatan konstruksi dan rehabilitasi sawah, bantuan benih padi, pemberian stimulan dari Kementerian Sosial, hingga persiapan lahan untuk pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).
Monitoring juga mencakup kondisi infrastruktur, fasilitas pendidikan serta lahan pertanian yang terdampak bencana.
Apriadi menekankan pentingnya pembaruan dan finalisasi data secara akurat. Menurutnya, kesamaan data antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi faktor penting agar program rehabilitasi dan rekonstruksi tepat sasaran.
Data yang akurat dan sama antara daerah dan pusat sangat penting agar setiap program penanganan dapat tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan, ujar Apriadi.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Aceh I Satgas PRRP, Laksma TNI Nouldy Jan Tangka, S.A.P., M.Tr.Opsla., CHRMP., mengatakan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi sekaligus memastikan seluruh indikator pemulihan terus diperbarui dan dilaporkan kepada pimpinan atau Ketua Satgas.
Ia menilai akurasi data menjadi salah satu kunci utama agar kebijakan dan program pemulihan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
Selain mengevaluasi aspek administrasi dan data, Tim Supervisi juga melakukan pengecekan langsung ke sejumlah kecamatan terdampak untuk memastikan kondisi serta kebutuhan riil di lapangan.
Khusus sektor pertanian, tim mendorong tersedianya data yang lebih terperinci, termasuk titik koordinat, status dan kondisi lahan. Data tersebut diperlukan untuk mengklasifikasikan lahan yang masih dapat diselamatkan dan direhabilitasi maupun lahan yang sudah tidak memungkinkan untuk dipulihkan.
Hasil pemetaan tersebut nantinya diharapkan menjadi dasar dalam menyusun analisis kebutuhan serta menentukan langkah penanganan yang lebih tepat.
Rapat turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Wakil Koordinator Wilayah Aceh I Kolonel Laut (KH) Uus Rohimat, S.Ag., M.M., M.Han., Anggota Analisa dan Evaluasi Kombes Pol Suwinto, S.H., S.I.K., Analis Kebencanaan Ahli Muda BNPB, Anggota Integrasi Data dan Program Dadi Setiadi, M.T., Kepala Tim Kerja Rehabilitasi Lahan Kementerian Pertanian Muhammad Tiggy Rhezandy, S.Sos., M.M., Anggota Wilayah Aceh Serka Dio Rico Juanda Siagian, serta para kepala SKPK terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie.
Pemkab Pidie berharap koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat dan Tim Satgas PRRP dapat terus diperkuat sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat, terukur dan tepat sasaran.
Langkah tersebut sekaligus diharapkan mempercepat pemulihan masyarakat serta mengembalikan fungsi infrastruktur dan lahan produktif yang terdampak bencana.(Sar/R1)
