Cegah Kebakaran, UPTD TPA Burangkeng Intensifkan Patroli 24 Jam
Oleh. : H.Razali Berabo
Jul. : 21 – 2026
Seru – berabonews.id.
TPA Burangkeng memperkuat langkah antisipasi kebakaran selama musim kemarau dengan meningkatkan patroli siang dan malam, menyiapkan sarana pemadaman, serta memperketat upaya pencegahan di kawasan TPA seluas sekitar 14 hektare yang berada di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu.
Kepala UPTD TPA Burangkeng, Samsuro Mandiansyah, mengatakan penguatan sistem pengawasan dilakukan sebagai langkah preventif menyusul terjadinya kebakaran di sejumlah tempat pembuangan akhir di berbagai daerah di Indonesia.
Kami sudah mendapat alarm dari beberapa TPA di Indonesia yang mengalami kebakaran, seperti di Tangerang dan Depok. Dari situ kami melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir potensi kebakaran di TPA Burangkeng, ujar Samsuro pada, Selasa (21/07/2026).
Ia menjelaskan, patroli rutin dilakukan untuk memantau titik-titik yang dinilai rawan munculnya percikan api. Selain itu, pihaknya juga mengedepankan edukasi kepada seluruh pihak yang beraktivitas di lingkungan TPA agar turut menjaga keselamatan kawasan.
Yang pertama kami lakukan adalah sosialisasi kepada para pemulung dan masyarakat sekitar. Kami juga memasang banner larangan merokok, larangan membakar sampah sembarangan, serta imbauan agar segera melapor apabila melihat adanya percikan api, katanya.
Menurut Samsuro, sistem pengawasan dijalankan secara bergantian selama 24 jam. Pada siang hari sebanyak tujuh personel ditugaskan melakukan pemantauan setiap satu jam sekali ke sejumlah titik rawan, sedangkan pada malam hari jumlah personel yang disiagakan juga sebanyak tujuh orang.
Ada pergantian sift sehingga pemantauan berlangsung terus menerus. Petugas secara berkala berkeliling ke titik-titik yang berpotensi menimbulkan kebakaran, ungkapnya.
Untuk mempercepat penanganan apabila terjadi keadaan darurat, UPTD TPA Burangkeng juga telah menyiapkan dua unit mobil truk tangki air, dua pompa portable, serta berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi.
Dua mobil truk tangki sudah kami siapkan. Jadi ketika ada percikan api, kendaraan tersebut langsung bergerak menuju lokasi agar api bisa segera dikendalikan, jelas Samsuro.
Ia menambahkan, skenario penanganan darurat juga melibatkan alat berat berupa ekskavator yang selalu disiagakan di lokasi. Alat tersebut berfungsi membantu membuka akses sekaligus menutup titik api menggunakan material timbunan agar penyebaran kebakaran dapat diminimalkan.
Langkah pertama ketika terjadi kebakaran adalah mengerahkan dua truk tangki air dan ekskavator yang sudah standby. Kami juga langsung berkoordinasi dengan Damkar sehingga penanganan bisa dilakukan secara cepat dan terukur, tuturnya.
Selain pengawasan dan kesiapsiagaan personel, pengelola TPA juga terus melakukan penataan zona pembuangan melalui sistem sanitary landfill dan pembuatan terasering. Penataan tersebut bertujuan mengurangi risiko munculnya titik panas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pada musim kemarau.
Kami menata zona-zona sampah dengan baik melalui sistem sanitary dan membuat terasering. Sampah yang masih lembap kami tempatkan di bagian atas sebagai salah satu upaya mengantisipasi kebakaran. Musim kemarau sekarang memang cukup ekstrem sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan, kata Samsuro.
Ia juga mengajak masyarakat sekitar, para pemulung, maupun seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan TPA Burangkeng untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dengan mematuhi seluruh aturan yang telah diterapkan.
Harapan kami kepada masyarakat sekitar, para pemulung, dan seluruh pihak yang beraktivitas di TPA agar selalu menaati peraturan yang telah kami sampaikan, khususnya yang berkaitan dengan pencegahan kebakaran. Dengan kerja sama semua pihak, kita dapat menjaga TPA Burangkeng tetap aman selama musim kemarau, pungkasnya. (adv)
