BPBD Kabupaten Bekasi Siaga Hadapi Puncak Musim Kemarau
Oleh : H.Razali Berabo
Jun. : 11 – 2026
Cikarang Pusat – berabonews.id.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diprediksi mencapai puncaknya pada Juli hingga September 2026.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Bekasi, Dody Supriadi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna menghadapi potensi kekeringan yang dapat terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi.
Menurut Dody, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung cukup panjang sehingga perlu dilakukan langkah-langkah mitigasi sejak dini.
SK Siaga Darurat Bencana Kekeringan sudah kami siapkan, hanya untuk proses tanda tangan SK-nya saat ini masih menunggu SK Siaga tingkat provinsi, ujarnya di Cikarang Pusat, Rabu (10/06/2026).
BPBD Kabupaten Bekasi juga telah menyiapkan personel, sarana dan prasarana untuk mendukung penanganan kekeringan. Sebanyak delapan unit armada disiagakan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat apabila terjadi krisis air di wilayah terdampak.
Kami sudah mempersiapkan personel dan armada. Kami memiliki armada water tank yang disiagakan dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan air bersih, katanya.
Dody menjelaskan, pengalaman musim kemarau tahun 2024 menunjukkan dampak kekeringan tidak hanya terjadi di wilayah selatan, tetapi juga wilayah utara Kabupaten Bekasi. Saat itu sekitar 11 hingga 12 kecamatan terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.
Menurutnya, wilayah utara memiliki kerentanan tersendiri karena sebagian sumber air mengalami peningkatan kadar garam atau salinitas akibat intrusi air laut.
Pengalaman tahun 2024, wilayah utara juga terdampak karena sumber air sungainya sudah terkontaminasi air laut. Saat itu sekitar 11 sampai 12 kecamatan terdampak kekeringan, jelasnya.
BPBD mengimbau masyarakat mulai melakukan penghematan penggunaan air dan menyiapkan sarana penampungan seperti toren atau tandon air sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.
Selain itu, masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih diminta segera melaporkan kondisi tersebut melalui pemerintah desa maupun kecamatan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh BPBD Kabupaten Bekasi. (adv)
